This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 23 Februari 2014

Bapacah Biji Para’ ,Permainan Tradisional Putra Balangan




Kali ini saya mau bercerita mengenai permainan tradisional anak-anak di Kabupaten Balangan.
Bapacah biji para’ begitulah putra daerah Balangan dan saya menyebut permainan itu.Permainan yang biasanya dimainkan oleh dua anak ini menggunakan biji buah karet yang telah berjatuhan di bawah pohonnya.
Cara bermainnya adalah mula-mula dilakukan suit atau hompimpa untuk menentukan siapa yang memukul terlebih dahulu. Setelah tahu siapa yang memukul terlebih dahulu, maka yang kalah harus meletakkan biji karetnya di bawah. Sedangkan yang menang menaruh biji karetnya diatas biji karet yang kalah suit dan memukul dari atas. Siapa biji karetnya pecah, maka dia lah yang kalah dan yang tidak pecah bertahan sebagai pemenang. Memukulnya bukan menggunakan pentungan atau sejenisnya, melainkan menggunakan telapak tangan. Biji karet kepunyaan tiap-tiap pemain memiliki khas tersendiri yang disebut undes berarti biji karet jagoan miliknya.
Jika Anda berkata yang berada dibawah pasti yang akan selalu pecah. Tidak kawan, tidak semudah itu. Nyatanya karet yang diatas juga sering pecah sesuai kekuatan biji karet dan cara memukulnya. Biji karet yang sering dijadikan undes itu haruslah benar-benar kuat. Sehingga  biarpun orang lain yang memukul tetap milik orang lain yang pecah. Biji karet ini memiliki banyak macam dan tipe. Kami sering menamakan biji-biji ini dengan berbagai macam nama, jadi antara satu pohon dan pohon yang lainnya tidak akan membentuk biji yang sama. Seingat saya dulu yang sering menjadi jagoan saya adalah biji karet yang mempunyai tekstur seperti urat atau kami namakan biji para’ urat.
Berbagai macam trik dilakukan, ada yang membuang isi biji karet dan menggantinya dengan adonan semen, supaya biji karetnya tidak pecah dan tak terkalahkan.Tetapi jika ketahuan oleh lawan biasanya anak yang melakukan trik diatas dilarang ikut bermain dan dimusuhi oleh teman-temannya karena berbuat curang.
Mungkin di daerah anda juga ada permainan yang serupa tetapi berbeda namanya saja,silahkan anda tulis nama permainan yang serupa diatas di kolom komentar.
Terima kasih.

Selasa, 18 Februari 2014

Pasar Tungging di Batumandi


Kali ini saya mau memberikan informasi tentang  pasar tungging  yang ada di Kecamatan Batumandi.



Banyak orang berlalu lalang, anak-anak, orang tua, muda, mudi, besar, kecil, laki dan perempuan.Terdengar suara tawar-menawar antara penjual dan pembeli,itulah suasana yang ada di Pasar tungging Batumandi setiap malam selasa.
Mungkin anda bertanya-tanya kenapa diberi nama Pasar tungging ?
Nama pasar tungging ini diambil dari kelakuan para pembeli atau pengunjungnya yang suka berjongkok memilah-milih barang yang digelar pedagang di atas tikar atau karpet plastik. Tungging adalah bahasa suku Banjar, kalau Bahasa Indonesianya jongkok.
Pasar Tungging digunakan istilah untuk pasar dadakan di suatu tempat di wilayah Kalimantan Selatan pada umumnya. Dimana berkumpulnya para pedagang menggelar jualan mereka. Jadi setiap siang atau malam selalu ada Pasar Tungging. 

Sebenarnya Pasar Tungging yang ada di Batumandi, bukan satu-satunya Pasar Tungging di Kecamatan Batumandi. Namun, Pasar Tungging mingguan dan dadakan yang dimulai pukul 17.00 sampai 21.00 di Batumandi adalah Pasar Tungging yang paling rame di Kecamatan Batumandi.
 
Di pasar tungging ini beranekaragam barang dijual,dari pakaian anak-anak sampai orang dewasa, topi, aksesoris hp, boneka, mainan anak, dompet,aksesoris perempuan, jam tangan, makanan, minuman, dan berbagai macam barang lainnya.Dan juga ada camilan yang masyarakat Banjar sebut sebagai marning,camilan yang di goreng yang terbuat dari parutan singkong yang rasanya sedikit pedas.
 
          Hari senin kemaren, 10 Februari 2014, saya bersama adik saya, Indra Jaya, pergi ke Pasar Tungging. Saya di sana sebentar saja, sekitar 20 menit. Saya agak kurang sreg karena suasana pasarnya yang sangat rame dan pengunjungnya yang saling berdesak-desakkan.
Setelah capek berkeliling saya cuma membeli marning dan keripik singkong yang dijual oleh seorang penjual.

Sekian informasi dari saya tentang pasar tungging yang ada di Batumandi,Balangan,Kalimantan Selatan.

Mandai,Olahan dari Kulit Cempedak



Mandai adalah salah satu menu khas banjar (suku Banjar) yang terbuat dari kulit tiwadak (cempedak) . Biasanya mandai dijadikan lauk pauk pengganti ikan. 
Buah Cempedak memang sangat banyak manfaat, semua dari bagian buah cempedak bisa dimakan, mulai dari daging buahnya, bijinya , sampai kulitnya. Daging buahnya dapat dibuat menjadi makanan goreng-gorengan seperti pisang goreng.Nah kali ini saya akan share Cara Membuat Mandai (Olahan Makanan dari Kulit Cempedak yang telah di fermentasi)




Bahan dan Cara Membuat Mandai :
1. Kulit Cempedak di kupas Kulit luar yang teksturnya kasar hingga bersih, dan di potong 7 x 5 cm atau sesuai keinginan anda .


2. Potongan-potongan kulit cempedak tadi kemudian ditempatkan ditoples atau wadah apa saja yang bisa ditutup rapat, kemudian campurkan air hingga datar dengan tumpukan kulit cempedak tadi, kemudian dikasih garam secukupnya biar terfermentasi sendiri dan awet.
3. Tutup Toples dan biarkan sampai beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan.


Setelah diawetkan beberapa hari didalam toples, ambil mandai atau kulit cempedak tadi ,kemudian potong kecil-kecil,lalu dicuci dan terserah anda mau mengolahnya seperti apa, mau di goreng,di tumis(oseng-oseng), atau di sayur dengan bumbu-bumbu andalan anda.
Contoh salah satu olahan mandai yang di goreng

Buah Cempedak (Tiwadak), Icon Batumandi






Mungkin anda mengira buah yang di foto adalah buah nangka,tetapi anda salah, buah yang ada di foto adalah buah cempedak atau masyarakat Banjar menyebutnya buah Tiwadak.
Memang mirip sih,kan sama-sama dari keluarga moraceae , tetapi walaupun masih satu keluarga menurut saya dua buah ini memikili perbedaan,yaitu dari bentuk buah,tekstur daging buahnya dan aromanya.
Bentuk buah cempedak  bulat memanjang tidak seperti nangka yang berbentuk bulat lonjong, daging buahnya juga berbeda kalau nangka tekstur buahnya sedikit renyah sedangkan daging buah cempedak lunak dan mudah hancur, tipis, kaya akan serat, dan berwarna kuning gading hingga agak kemerahan, kadang juga berwarna putih sampai merah jambu tua.
Buah cempedak mempunyai aroma khas dan lebih mencolok bila dibandingkan dengan aroma buah nangka.Buah cempedak adalah buah musiman (kalau tidak musimnya tidak berbuah) berbeda dengan buah nangka yang berbuah terus tidak mengenal musim.
Buah cempedak ini banyak tumbuh di daratan yang agak tinggi seperti di daerah saya di kecamatan Batumandi,kabupaten Balangan,provinsi Kalimantan selatan.
Apabila lagi musimnya buah cempedak ini biasanya dihargai perkilonya sekitar 5-10 ribu.
Buah cempedak memiliki berbagai manfaat mulai dari pohonnya sampai kulit buahnya dapat dimanfaatkan oleh manusia,inilah beberapa manfaat buah cempedak yang saya ketahui dari beberapa sumber :
Ø  Pohon atau kayu buah cempedak terkenal kuat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan untuk membuat rumah,sebagai contoh dapat dibuat papan,balok, dan lain-lain.
Ø  Kulit batang cempedak ternyata juga mengandung komponen yang dapat membantu mencegah tumor dan malaria. Dan senyawa utama heteriflavon C yang dapat menghilangkan parasit penyebab malaria hingga 100 persen.

Ø  Daun muda cempedak juga banyak digunakan sebagai sayuran. Biji buahnya enak disantap setelah diolah, digoreng, atau direbus seperti biji nangka. Di Malaysia, akarnya digunakan sebagai campuran jamu tradisional untuk perempuan yang baru melahirkan.
Ø  Kulit cempedak juga sering dikonsumsi oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan, yang dikenal dengan nama mandai. Sebelum diolah, masyarakat setempat mengupas bagian luar kulit sehingga tampak putih, kemudian membersihkannya. Setelah itu kulit direndam lebih dulu di dalam air garam selama 2-3 hari, hingga menjadi lunak dan mengalami fermentasi, baru kemudian digoreng. Mandai goreng ini menyerupai pisang goreng, meski ketika digigit rasanya seperti menggigit guratan
Ø  Daging buah cempedak biasanya dimakan dalam keadaan segar. Namun, ada pula yang menggorengnya seperti pisang dengan cara mencampurkan daging buahnya dengan adonan tepung atau mengolahnya menjadi kolak dengan menambahkan santan dan gula. Buah ini enak bila sudah matang.
Ø  Biji buah cempedak juga dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menurunkan kadar gula darah bagi pengidap penyakit diabetes,dengan cara memarut biji buah cempedak yang belum diolah (segar) kemudian dicampur dengan parutan biji buah nangka bubur,lalu dilarutkan dengan air putih dan didiamkan semalaman,dan diminum pagi hari setelah penderita diabetes bangun tidur.
Ø  Cempedak membantu menyehatkan mata, mengingat kandungan vitamin A-nya cukup tinggi, yaitu sekitar 200 SI per 100 gram. Vitamin A berperan dalam menjaga agar kornea mata agar selalu sehat.
Ø  Mengandung vitamin C yang lebih tinggi daripada nangka, dan mengandung serat pangan (dietry fiber) yang cukup tinggi untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan menekan angka kolesterol dalam darah.
Ø  Buah cempedak juga mengandung serat pangan yang  sangatlah penting. Selain untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, serat juga dapat menekan angka kolesterol dalam darah. Hal tersebut disebabkan kemampuan serat dalam mengikat asam empedu yang berperan besar dalam pencernaan dan penyerapan lemak.
Sekian postingan saya kali ini,dan semoga bermanfaat bagi orang lain.